Tampilkan postingan dengan label Poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poems. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Mei 2012

Setengah Malam Hingga Sepertiga Malam

Setengah malam dan sepertiga malam pernah bercerita.Bahasa tak terucap tapi terwakilkan tulisan.Mengisi kekosongan menit demi menit dengan pujian dan mimpi.Menghalau gelisah yang sempat bersandar

Itu sudah lama sekali..hingga tak ingat kapan senyum itu terakhir bertamu.Tapi setengah malam dan sepertiga malam ini begitu mengusik. Angin pun enggan berbisik.Tapi  mengatakan kehadirannya dengan dingin yang menusuk. Suasana begitu berbeda, begitu merayap penuh sepi. Rasanya begitu sesak saat kehadirannya disambut dengan kesadaran dengan mata terbuka. Masih teringat...

Berusaha berdamai melalui air untuk bersuci. Tak terbantahkan bahwa jejak-jejak harapan masih kuat mengetuk-ngetuk. Bayangan-bayangan wajah masih jelas membingkai ingatan yang mulai rapuh. Masih teringat...

Tidak melawan untuk kehadiran sebuah kenangan, karena akan semakin sulit terlepas jika sudah mencengkram terlalu kuat. Biarkan itu menjadi penyejuk untuk bisa berproses secara alami. Jika jejak-jejak itu tak nampak lagi..maka biarkanlah hanya menjadi debu yang tersapu angin. Menghilang tanpa bisa disentuh kembali.

Masih teringat....ya... karena hati itu ada...karena kelembutan hati  begitu rela menyimpan ramuan dengan begitu banyak racikan. Tidak akan menelannya lagi, karena sudah merasakan  teracuni dengan akibatnya yang menjungkirbalikkan hari yang dianugerahi.

Sudah kembali dengan segudang keikhlasan dan membebaskan semua rasa. Hanya untuk berkata Ya Rabb terima kasih.



( Hi Bobow....like usually, I made a poem with your story again :p. Thanks for your permission. A lot of idea that I want to share with others )
 


Kamis, 24 Mei 2012

Berharap

Aku pejamkan mata
Sungguh hanya mendengarkan suara angin yang berbisik
Temani aku sebentar
Menemukan rasa yang ingin kuhidupkan lagi

Saat ini
inginku ada disana
Diatas panggung itu
Menari mengikuti irama
Membiarkan diriku dirasuki keindahan tradisi

Saat sebagian orang tergila-gila dengan lagu cinta terbaru
Aku menenggelamkan diriku
Untuk dengan sadar jatuh cinta pada gamelan
Untuk tersenyum dengan anggun
Bukan tertawa terbahak-bahak
Melangkah dan bergerak dengan gemulai
Bukan berlenggak lenggok mengundang bisa




Rabu, 16 Mei 2012

Meracau dan Kufur

Ah betapa naif...
Meracau menguras energi positif
Mengutuki
Sumpah serapah
Membenci
Hingga akhirnya mendendam

Satu diantara sekian makhlukMu yang kufur
Bukan yang baik untuk ditiru
jadikan pelajaran saja
Toh otak untuk berfikir
dan nurani untuk merasa
padukan saja

Datangkan lah hidayah terbaik
Oleh Sang Pembolak-balik hati
Berharap mendapat frekuensi yang sama
Hingga sadar sebelum ajal.



Selasa, 15 Mei 2012

Lepaskan...Bebaskan

Lebih baik jangan menenggelamkan diri dengan khayal yang berwujud fatamorgana. Perempuan luar biasa tidak akan jatuh terpuruk berlama-lama Pahami bahwa alasan terjatuh adalah tangan-tangan yang sigap membimbing menuju jalan cahaya yang sesungguhnya. Tuhan mengajak bercanda dengan caraNya yang hangat. Menyelipkan seuntai tali keridhoan yang mengikat kuat hingga tercabutnya Ruh yang akan bertanggung jawab dikemudian hari.

Tiba-tiba aku benar-benar menikmati limpahan kasih sayangMu yang sejak dari dulu tak kusadari begitu indah. Memberikan segala isyarat kesederhanaan yang selalu kutampik dengan kesombongan yang menjejal hati. Sungguh sekarang kubebaskan segala sesak yang menjadi pengganjal. Lepaskan...lepaskan...bebaskan..bebaskan...

Ah lembayung..
Kalau saja keindahan itu bisa menyingkap cakrawala kearifan dunia
Dan berhenti sejenak untuk sekedar berkomunikasi secara khusuk
Airmata yang tercipta adalah sinergi dari keikhlasan dan ketidakberdayaan 
dalam mengikuti skenario yang sudah tertulis dalam buku besarMu.

Jumat, 11 Mei 2012

3x... Senyum Itu...

Hari ini aku kembali datang pada kalian
Memeluk kalian dengan lembut
Tersenyum saat jemari kecil kalian memegang tanganku
Ah indahnya...
Senyum itu menenangkanku

Alif...
Hari ini bertemu kamu lagi sayang
Senyum itu lebih ceria dari kemarin
Tapi sayang kamu batuk hari ini nak
Tapi tahu tidak yang bikin aku terharu
Waktu aku bacakan Al-Fatihah kamu tertawa-tawa
Aku bacakan surah yang lain kamu tertawa juga

Subhanallah nak...
Tak lupa kuusap keningmu
Kuucapkan doa agar jadi anak Sholeh
Bening matamu menjadi cahaya buat kegelisahan




Selasa, 08 Mei 2012

Foto Keluarga di Hatiku

Jiwa-jiwa kecilku yang sedang bermain...
Tahu tidak sayang?
Foto keluarga kita masih terlihat sepi
Hanya ada foto ayah dan bunda
Kurang senyum-senyum kalian
Nanti kita foto gaya bebas ya sayang..
Foto keluarga kita pasti bikin orang-orang tersenyum
dan mendoakan kebahagiaan buat kita semua

Sayangku...anak-anakku yang menggemaskan
Bunda gak sabar pengen meluk kalian
Nyanyiin solawat yang tiap malam bunda dengerin
Ngajarin nari dan piano buat kaka dan ade sayang..
Biar nanti jiwa seni kalian bisa memberi warna pada dunia ini
Nah nanti ayah yang ngajarin matematika sama komputer
Sekalian weekend nanti nemenin ayah main game
Katanya kangen pengen ada yang teriak-teriak
Kalo lagi seru-seruan main
Nah bunda bagian dapur aja ya
Nyiapin cemilan terenak buat semuanya
Tapi kalo udah waktunya tidur harus tidur ya sayang


Kalo udah kangen sama ayah dan bunda
Cepet kesini ya sayang
Untung ada ayah yang selalu nemenin dan nguatin Bunda
Jadi air mata ini gak selalu ngehias wajah bunda

Sayang.. Bunda udah nggak mual-mual lagi sekarang
Bunda udah rajin makan buah dan makanan bergizi lainnya
Bunda juga udah ngebebasin pikiran
Bunda sudah ikhlas sayang
Untuk apapun yang sudah terjadi
dan akan terjadi




Minggu, 06 Mei 2012

Ibumu Dimana Sayang?

Hari itu kutatap mata beningmu
Mata yang sama mungkin bagi mereka
Mata yang kebingungan melihat kami
"Siapa sih mereka, kok beda-beda yang meluk aku ? "
Begitu mungkin pikirnya
Mencari jawaban dari setiap pelukan dan tatap haru
Bayi kecil yang malang
Saat terbangun tengah malam apakah dekap hangat selalu menenangkanmu?
Atau saat kamu kelaparan akankah sebotol susu hangat
akan tiba dengan segera?
Entahlah, aku menerawang mengartikan kedipan dari mata mungil itu
Sungguh aku teringat senyum dan genggaman tanganmu
Sudah dua hari sejak kau kuletakkan kembali di box mungilmu
Aku ingin kembali memelukmu hingga kau tertidur
Tunggu aku...




Jumat, 04 Mei 2012

Permen Rasa Aibon

Anak sekecil itu..
Ya anak sekecil itu
Seharusnya dipeluk dan dicium
Dinyanyikan lagu anak-anak
Didongengkan kisah teladan
Tapi mereka...
Berpanas-panas dan berhujan-hujan
di jalanan yang berdebu dan berpolusi
Astagfirullah...
Sambil menyedot lem aibon
Menyanyi tanpa nada tentang ketidak adilan hidup
Tentang pejabat yang korupsi dan rakyat yang kelaparan
Ya Allah nak..
Kamu bahkan belum tahu apa artinya itu
Sekeras itu hidup untuk anak sekecil itu
Bahkan kamu sepertinya belum lebih dari 5 tahun
Membeku hanya bisa memandangmu
Kenapa tidak ada semburat sorot bahagia
Ya pasti..
Hidupmu keras...hidupmu kejam...
Aku tak ingin memberimu uang recehan nak
Karena pasti uangnya kamu pakai untuk ngelem
Ini buku cerita bergambar untukmu
Baca ya...
Suatu saat nanti kuharap kamu mengerti
Jangan mencontoh hal buruk dari jalanan ya
Semoga Allah selalu memberi hidayahNya..


Hak Kami ada di Rekening Bank Bapak !

Maaf sebelumnya...
Tetapi kesal dan kasihan di hati masih menggoda-goda kata
Maunya apa ya buat  kalian disana
Sudah bermewah-mewah bermandi pundi-pundi
Masih menginjak juga, peras sana-sini
Manusia bisa dibungkam, disuap, dan dimanipulasi
Coba sebutkan berapa gram emas batangan bisa diselipkan disaku?
Hanya agar masalah beres
"Semua bisa diatur Pak.."
Tapi tidak dengan kuasa Tuhan
Ada balas untuk setiap rupiah yang dengan sengaja ditimbun
Menjelma menjadi mobil dan rumah mewah
Serta investasi berlimpah
dan hiasan kartu kredit dengan limit fantastis
Tega atau nurani sudah keruh
Keluarga diberi dosa
Mengalir di setiap tetes darah
Menjadi racun bberapa generasi
Miris sebenarnya membayangkan
Tidur kalian mungkin tidak akan nyenyak
Tersandung banyak kasus
Penyakit mulai berdatangan
Karena Hati tak bersih
Ada harta yang bukan hak kalian disana
Mengapa masih dengan sukacita mengaku sebagai rejeki
Jika hukum manusia tidak bisa menyentuh kalian semua
Mutlak yang ada hukum Sang Khalik
Takutlah jika saat itu datang
Ayomi rakyat dengan kesejahteraan
Jadi Khalifah yang adil
Itu saja...



Kamis, 26 April 2012

Mukena Untuk Pendampingmu

Belahan jiwa ...Tahukah dirimu, aku menjahit mukena untuk lebaran. Entah mengapa mukena itu ingin kuberikam sebagai hadiah untuk Ibunda mu. Tak apa jika bilang bukan dari aku, tapi aku senang jika beliau memakainya. Aku pasangi bordir ujungnya dan membayangkan wajah beliau yang cantik dan bahagia saat memakainya. Aku panjatkan doa terindah sambil menyulam satu demi satu helaian benang menjadi hiasan bunga-bunga berwarna hijau dan kuning keemasan. Aku menabung untuk membeli kain terbaik dari menyisihkan sedikit pendapatan yang kuterima. Alhamdulillah cukup untuk membuat satu stel mukena,.Uang untuk membeli susu anak-anak pun tidak berkurang.

Belahan jiwa ... Tahukah dirimu, kabar yang kuterima itu menghantam pertahanan diriku. Menghancurkan harapan yang kubangun dengan pengabdian dan airmata. Saat lukanya merasuk terlalu dalam maka yang  tersisa adalah perih yang menggerogoti bagian yang paling hidup yaitu hatiku. Memunculkan amarah  yang  dengan sabar dipendam dan penyesalan yang membunuh sebagian jiwa.

Belahan jiwaku ...Tahukah dirimu, beberapa hari yang kulalui dengan tusukan jarum dan infus membuatku tersiksa. Saat semua makanan menjadi seperti obat yang sangat pahit dan ikut melukai fisikku.  Bahkan berita sukacitamu menjadi racun untuk hidupku yang tak mampu aku tanggung lagi. Hati ini merasakan sakit yang belum pernah berkunjung sebelumnya. Tak ada suara lembutmu lagi ditelingaku, tak ada  bahasa tulismu yang berpuisi mengambil hatiku, dan tak ada lagu-lagu pengiring hariku lagi. Maka bersamaan dengan datangnya malam tersampaikan pesan belahan jiwaku telah berubah...dan perlahan akan menghilang.

Belahan jiwaku yang menghilang...Tahukah dirimu, tamparan ini lebih dari sekedar tamparan tapi pertanda  yang mengharuskan aku menjauh dan menghilang bersama ketulusanku. Karena satu detik saja aku bersamamu itu akan membuatmu tersiksa. Aku  melihatnya dari sorot matamu sekarang. Saat aku yang dulu begitu akrab menemani keseharianmu sekarang bagai orang asing yang mengemis waktumu. Aku adalah tiada bagimu.

Belahan jiwaku yang menghilang... senyum kalian melukai hati yang kujaga hanya untuk mengabdi untukmu. Tak bisa kubendung lagi tangis kecewa yang memaksa memperlihatkan kelemahannya padamu. Sekarang saat hujan mencoba merayuku dengan nyanyiannya yang sangat keras, aku memeluk bayanganmu...ya hanya bayanganmu dan sedikit kenangan yang masih tersisa dengan susah payah kukumpulkan serpihannya.

Belahan jiwaku yang menghilang, penegasan kata-katamu adalah kilat yang menyambar di siang hari. Saat itu sudah terbakar menjadi debu sebentuk benda yang bernama hati yang sudah koyak. Tak berdaya mencerna bahasamu yang menyerangku tanpa ampun. Kau ingin bersamanya...

Belahan jiwaku yang menghilang, saat sujudku ini aku menjatuhkan pandangan pada mukena yang ingin kuhadiahkan untuk Ibundamu. Beribu maaf untuknya karena mukena ini tidak akan pernah sampai kepadanya. Sekarang...mukena ini akan kubungkus dengan sangat indah dan tak lama lagi akan ada dihadapanmu...

Belahan jiwaku yang menghilang....aku menitipkan mukena ini untuk dia yang akan mendampingimu selamanya seumur hidupmu. Mukena ini akan menjadi mas kawin yang sempurna seperti mimpimu yang sempat kaubagi padaku. Mukena ini penuh dengan airmataku tapi akan membawa suka cita untuk kebahagiaan kalian saat kalian berjamaah menghadapNya.

Aku pergi..menghilang selamanya....


Rabu, 25 April 2012

Sudah Termaktub

Sukacita yang dianugerahkan pasti bukan tanpa alasan. Meskipun semu dan mulai menunjukkan tabir keasliannya,  menerima.... sebagai bagian dari bab buku besarMu.  Meskipun diselingi duka cita yang mulai membungkus rapat setiap cerita. Hanya menyesalkan dan menyayangkan bahwa setiap tetes keringat dan airmata tak ada harga. Dijejali dengan berulang-ulang cerita yang sama. Menggoyahkan keyakinan yang rapuh menopang.

Dulu pernah ada masa disaat kemarahan begitu menguasai jiwa dan tergoda untuk memberitakan kekesalan  Meskipun tak tertuang dalam kata, tetapi tergores dalam huruf. Dan sekarang tak ada lagi semua itu, yang ada hanya kepasrahan. Menerima semua cerita seperti yang sudah termaktub dalam buku besar. Menginginkan begitu besar perubahan yang akan membawa kepada ridho yang terjaga.

TanganMu sudah merangkul dan mengajak kembali. Membiarkan alasan yang mencemari nurani jauh-jauh ditinggalkan dibelakang. Setiap saat membelai dalam sujud yang sempurna. Menghargai setiap senyum yang membawa lebih dekat kepadaMu.




Senin, 23 April 2012

Pagi ini dan pagi-pagi sebelumnya

Hari yang luar biasa cerah, anugerah dari Sang Pemilik alam. Tak menyampaikan sinar hangat yang dibutuhkan pagi ini. Kehampaan masih betah bermain-main mengajak memejamkan mata selalu. Keindahan yang tampak didepan mata mulai samar terlihat tak lagi seperti waktu sebelumnya. Mata ini selalu panas ingin menangis dan kegelisahan masih saja rajin bertamu. Ingin waktu segera berlalu, membawa tangis pergi menjauh, melupakan lukisan luka yang tak sengaja tergambar.

Gambaran wajah-wajah yang sedang  tersenyum penuh sukacita dan cinta itu terpatri kuat di pikiran yang  selalu mengikuti saat kubuka mata atau kupejamkan mata.  Sakit yang tercipta  menggerogoti keyakinan yang menjadi rapuh.Tak bisa kembali karena pintu telah ditutup dan kuncinya berada ditangan takdir.Tersisa duka yang mendalam

Patah sayapku tak mampu terbang. Hanya memandang dalam nanar yang kosong. Berjuta "mengapa?" terus menyanyi-nyanyi sempurna. Kata tak mampu ungkapkan lelah, doa tak mampu merangkul nurani yang menghilang. Hanya bernafas separuh hari, sisanya sesak yang ada. Asa bukan lagi sebuah asa jika tak ada pondasi yang kuat menopangnya untuk bertahan. Berbisik lirih tanpa harap lagi. Jiwaku kembali mati...

Sabtu, 21 April 2012

Mimpi itu menjadi biasa...

Kembali ke tempat itu lagi
Tempat dimana tak ada seorangpun yang dikenal
Tempat yang hanya ada dalam dunia setelah tidur
Bangunan dan jalan yang sama
Mengirimkan pesannya yang berbeda

Cerita itu datang lagi
Berusaha mencari jalan pulang
Dengan penghalang yang berhamburan tanpa peringatan
Rupa yang asing tergambar samar
Adakah yang bisa mengartikan
Mengapa selalu berjalan di daerah yang sama
dan berusaha keras kembali ke rumah masa kecil

Pasti ada alasan dibalik kemunculannya
Karena berkisah sama dari waktu ke waktu
Bangunan-bangunan yang hanya ada disana
Tidak tertuang dalam dunia nyata

Terjebak dengan ketakutan yang mengunci jiwa
Pasti ada tangis karena dikejar
Dikejar oleh banyak makhluk berupa beragam
Mampunya hanya melawan dan berlari

Lelah mengartikan...
Lelah melakukan..
Lelah dihantui..



Kehilangan itu...


Kehilangan itu rasanya seperti ada benda yang menghantam dada
Berat dan menyesakkan
Menggoda air mata untuk terus menghias wajah
Dan detak jantung berlari berkejaran
Kehilangan itu membunuh semangat sesaat
Dan membawa kenangan kembali kemasa lalu
Dimana diri terkunci dan tak bisa melangkah

Kehilangan itu selalu menyiratkan arti pedih yang sesungguhnya
Melangkah seperti tak menyentuh tanah
Hampa dengan separuh jiwa dan separuh nafas
Banyak beragumen dengan "seandainya"
"seandainya saja waktu itu..."
"seandainya...."
"seandainya..."
dan semakin banyak "seandainya"
Tapi semua sudah lewat tak ada cara untuk menghapus

Kehilangan menciptakan pola pikir baru
terpuruk atau bangkit
Kehilangan semakin banyak atau menghasilkan semakin banyak
Menyimpan kenangan hanya untuk bertahan

Sampai saatnya tiba
Sakit itu akan hilang
Senyum itu akan kembali
dan hidup akan lebih dihargai
 Sebagai anugerah



Gadis kecil dan pangeran kecil

Pikiranku berkelana berharap sedikit kabar
Gadis cilik yang cantik dan adik lelakinya yang sudah mengambil hatiku
Senyum yang ada disetiap cerita
Dan tingkah menggemaskan mengukir kisah
Aku rindu..
Lama tak menyentuhnya
Lama tak mendekapnya
Lama tak mencium aroma tubuhnya
Gadis kecilku.... Pangeran kecilku....
Sayang itu universal bukan?
Saat aku menyayangimu maka seluruh alam semesta
akan bekerja sama untuk membuat kalian tersenyum
Aku mau senyum itu terus ada di bibir kalian
Hingga tertidur lelap dalam dekapan ayah dan ibu yang melimpahkan
cinta untuk kalian semua...



Jumat, 20 April 2012

Falling in Love with U..Rain..

Aku selalu jatuh cinta..
Jatuh cinta pada hujan yang damai
Yang berbisik mengajak merenung
Menengadah untuk tahu tetesannya menenangkan

Aku jatuh cinta
Pada caranya membawa pesan
Memberi kesegaran pada daun kering
Mengubah bara menjadi dingin
Aku jatuh cinta Pada hujan dan padamu
karena dalam hujan aku bisa menyampaikan pesanku padamu

Sakitmu adalah rasa sakit yang sama yang kurasakan
Maka aku bersimpuh untukmu
Saat hujan deras doa itu akan dikabulkan
Kumohon Jaga separuh jiwaku yang tak ada disampingku sekarang
Angkatlah sakitnya
Berilah kehidupan yang berbeda dengan senyum memulai hari

Tangan ini tak mampu memelukmu
Bibir ini tak mampu memberikan senyuman
Hati ini tak lagi sama
Tapi doa ini tetap sama

Dimanapun kau berada
Biarlah penguasa hidup kita yang menjagamu
Dalam damai, dalam tenang, dalam berkah




Senin, 26 Maret 2012

Anak-Anakku Sayang...

Anak-anakku sayang...
Dimana kalian bermainnya..
Sini cepet pulang, Bunda kangeeen...
Bunda nungguin tiap hari loh.

Anak-anakku sayang..
Hari ini Bunda bikin puding coklat untuk ayah
Kalo kalian ada disini pasti kalian semua yang ngabisin pudingnya bunda
Ayah pasti manyun karena nggak kebagian

Anak-anakku sayang
Bunda ingin meluk kalian sampai kalian tertidur
Bunda bacain dongeng dulu sebelum kalian tidur
Besoknya kita solat Shubuh berjamaah sama ayah ya
Sorenya kita ngaji iqro dulu bareng-bareng
Setelah Isya baru kita semua makan malam
Bunda masak sendiri makan malamnya dengan bumbu cinta

Anak-anakku sayang
Ayah sama Bunda nungguin kalian semua disini
Tiap hari Ayah dan Bunda berdoa
Agar kalian selalu menjadi anak-anak yang sholeh dan sholihah
Ayah dan Bunda menunggu kalian
Sambil kami terus memupuk cinta kami
Agar nanti kalo kalian kembali ke Bunda
Kalian tidak akan kekurangan kasih sayang
Karena setiap waktu kita hanya akan membicarakan kasih sayang
dan saling memeluk untuk menunjukkan bahwa kita semua saling sayang

Anak-anakku sayang
Sekarang Bunda dan Ayah sedang berjuang sambil menunggu kalian datang
Bunda rela muntah setiap hari
Bunda rela ketemu Om Dokter tiap bulan
Bunda rela minum obat-obatan dan terapi setiap hari
Agar kalian nyaman jika nanti ada didalam tubuh Bunda

Anak-anakku sayang
Peluk cium Bunda dan Ayah hanya untuk kalian
Cepet pulang ya nak..
Jangan kejauhan mainnya
Bunda sayang kalian semua...

Kamis, 15 Maret 2012

Jejak Semu yang Salah...

Sudah melangkah sejauh ini meninggalan harta yang paling berharga demi mengikuti kesemuan yang sekejap bisa menghilang. Jika makian paling kasar saja tidak mampu menggoyahkan pegangan yang sudah tercengkram kuat bagaimana melanjutkan sisa bab tanpa prasangka akut. Bisa saja tanpa butuh waktu  lama kukeluarkan semua manuskrip penuh rekayasa yang sudah terlanjur dibuat oleh jiwa yang  picik Yang teralamatkan untuk satu makhluk yang diumpani kepada kehausan ego.

Masih bertahan dengan pendirian yang kuat. Padahal segala bentuk rahasia sekecil apapun ada dalam genggaman. Masih beralibi untuk kesekian kalinya. Mematahkan wibawa yang dibangun dengan kata-kata tanpa arti. Sudah lama tahu dan sudah lama mengerti, memberikan waktu untuk bercerita tanpa kemarahan yang memuncak. Masih saja topeng itu menggelayuti paras indahmu.

Beruntung bukan penjaga jiwaku yang memiliki kepicikan yang termediasi dengan kata-kata. Mampuku hanya  berdoa mengadu  penuh nyeri. Berharap bahwa pelajaran itu tiba dalam salah satu bab yang sedang kaususun. Mampuku bukan membalas, karena bukan seperti sesosok jiwa yang kosong dan menumpahkan kekesalannya dengan makian. Sadari diri lebih baik tanpa harus menghakimi.

Tak tersadarkan dengan segala sindiran. Sudah terlalu bebalkah untuk mengakui. Atau terlalu takut untuk berkata-kata. Bukan sempurna yang berharap disodorkan sekarang tapi kemurnian jiwa untuk berani berkata. Akan termaafkan sekarang daripada  berhadapan dengan kehilangan.


Rabu, 14 Maret 2012

Bedakan Antara Nyata dan Semu...

Percayakah bahwa masa depan itu ada.?! Hah omong kosong penuh trik. Tak kan ada nyata yang dibangun diatas kesemuan dengan merampas hak. Kalaupun memang sudah tercipta cerita, biarkanlah itu menjadi kebodohan sesaat.  Tak perlu menjadi senaif itu untuk berikrar. Janji itu hanya hiasan bukan prasasti yang terukir nyata. Merasa sebagai yang paling tulus bukan menjadi kebanggan. Karena benteng itu akan tetap ada, dan doa-doa pasti terhalang.

Ada penolakan yang menjauhkan arti kisah yang mendalam untuk sekedar diraih tanpa jejak. Membuyarkan asa yang selama ini menjadi pegangan untuk bertahan. Tanpa tatap muka dan tanpa suara. Hanya kata yang menikahkan rasa yang terpatri belum sempurna. Jika sempat bertandanglah dengan kata yang paling mujarab untuk menjadi obat untuk melerai setiap sepi yang hadir. Bolehkah lagi merasakan genggaman yang mampu meremuk redamkan seluruh pandangan yang menciptakan pemandangan langka.

Kata tidak itu datang lagi setelah ribuan hari membangun percaya yang kuat. Katanya hanya sesaat menghilang, ternyata hingga pagi berlarian menyambut matahari, bayangan itu tak pernah muncul lagi. terkhianati waktu dan rangkaian kisah semu. 






Jumat, 09 Maret 2012

Mask Collection!!!

Tidak perlu memakai topeng itu didepanku, karena aku sudah tahu wujud aslimu, Tak berlu mengungkap beribu alasan, tanpa dijelaskan aku sudah tahu kebenarannya. Jika malam berganti pagi hari, dengarkanlah wahai pemeras jiwa aku pun berganti sudut pandang saat dengan mudahnya perkataan bijak membingkai seruan yang terucap halus.Berterima kasih untuk setiap tetes kebencian yang terkumpul di jiwa dan memaksa memuntahkannya saat terbangun pagi hari. Dengan itu kesadaranku terkumpul untuk menemukan kunci hati dan menyaringnya menjadi embun yang bisa menenangkan hati yang terlanjur terjajah kata.

Luangkan sedikit waktu untuk merenungi bahwa fatamorgana bisa saja muncul pada hari yang cerah dan pada lingkungan yang terasa sangat nyaman memeluk jiwa-jiwa yang berlomba mencari makna yang selama ini menetap entah dimana. Kebisuan menjadi kerangka yang kuat untuk menjadi pondasi kejujuran yang tersimpan rapi tanpa tersenggol jejak yang membantai setiap sunyi.

Bersapa kembali diharamkan jika senyum hangat menjadi sebuah pedang yang siap menyayat lagi jiwa yang mulai menata hati. Camkanlah bahwa tiada adalah baik jika menghapus jejak merupakan jalan terampuh untuk mengubur semua kata yang melacurkan jiwa. Aku memberikan sebuah prasasti berharga yang pantas untuk dikenang dengan sebuah hiasan topeng yang menempel pada setiap sudutnya. Terjemahkanlah dengan bahasamu apa mauku, dan artikan secara bijak bahwa topeng mu hanya sekedar alat untuk memeras pikiran para jiwa pengelana.