Jumat, 02 Maret 2012

Bahagia itu Pilihan

Penulis : Tim AndrieWongso
Senin, 02 Januari 2012




Suatu ketika istri dari John Calvin Maxwell (seorang pembicara/motivator top), yaitu Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan.

Seperti biasa, sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Setelah itu, ada sesi tanya jawab. Seorang ibu mengajukan pertanyaan, "Bu Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"

Seluruh ruangan langsung terdiam. Pertanyaan bagus! Mereka penasaran menunggu jawaban Margaret. Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, "Tidak, John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia."

Betapa terkejutnya para peserta seminar, mendengar jawaban itu. Mereka pun langsung menoleh ke arah Maxwell, yang kelihatan malu.

Margaret langsung melanjutkan. "John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, apalagi selingkuh. Ia setia dan selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, dia tetap tidak bisa membuatku bahagia.."

Tiba-tiba ada suara bertanya, "Mengapa?"

"Karena," jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."

Maksud Margaret adalah sesungguhnya pola pikir kitalah yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak dalam kehidupan ini; bukan faktor luar (seperti kekayaan, kesuksesan, sahabat, hobi, atau pasangan hidup kita). Kalau kita mampu bersyukur dan percaya pada diri sendiri, misalnya, maka kita akan bahagia. Bahagia atau tidak, itu adalah pilihan kita sendiri.
Semoga mencerahkan.

Casanova oh Casanova

Kata-kata mu mengalir sempurna merayapi jiwa-jiwa yang rapuh. Tak pelak lagi pujian berhamburan dari kekaguman yang tercipta. Bukan lagi hitungan jam tetapi hitungan detik  mencumbu dengan rangkaian rencana yang terpigurakan dalam janji-janji melambungkan angan. Satu persatu pertahanan diri mulai terbongkar dan mulai gampang untuk dirasuki pikiran picik yang dirupakan hegemoni yang indah. Menikmati kesemuan yang tak berujung pada nyata. Tersenyum-senyum tanpa sadar telah terbius bisa yang memabukkan. Lihatlah nanti akhirnya akan tercekik dengan fakta yang menyeruak ke alam nyata.

Merajut kisah yang jelas-jelas tak terestui Seumpama hari, cerita berawal dari bersinarnya matahari hingga selimut malam menggelar keheningannya. Kebohongan dari rangkaian kata yang telah menghipnotis terus saja disenandungkan hingga tertidur dan bertemu di alam mimpi yang hanya menjadi racun yang akan menggerogoti jiwa yang merindu.

Selamat datang gadis-gadis lugu. Selamat bergabung dalam taman  cinta yang dihiasi dengan bahasa yang bijak dan paras yang akan selalu terngiang dalam menjalani harimu. Tetaplah disini sampai sang penguasa menemukan teman lain untukmu. Berharap tak mengenal satu dengan yang lainnya agar bisa memenuhi hatinya seperti hari yang berganti setiap minggu.

Bisikanlah pada angin, ya hanya pada angin jika satu saat kecewa itu menghampiri. Jangan mencari benar karena hanya akan ada alibi yang termentahkan dengan pembalikan rasa bersalah padamu. Terimalah tangis dan terimalah sayat karena pada akhirnya bukan kamu seorang yang akan berdoa di sepertiga malam untuk memohon diangkat kepedihan dari kalbu yang terlanjur memar oleh kata dan sikap yang memabukkan.

Jangan menggadaikan hidup pada penguasa hati yang tidak tahu besarnya pengorbanan yang bisa membunuh sebagian hidupmu sendiri. Satu keyakinan, bahwa pengembara tidak akan berhenti mencari tempat baru sebelum dia benar-benar menemukan rumah yang nyaman. Mohon bentengi hatimu dengan kekuatan yang tersisa darimu untuk menghalau topeng baru yang dikenakannya.



Dasar Bodoh !!

Ada kejadian beberapa tahun lalu yang kalo diinget-inget sumpah deeeh bikin ketawa sendiri. Entah ini sok tahu atau kepedean, apa ya...just name it. Jadi ceritanya gini, waktu saya saya mau ke pasar pagi-pagi di tengah jalan saya mendengar percakapan dua anak kecil, yaah kira-kira berumur 5-6 tahuan kali yah.

A : "Eh tadi aku ditanya soal iutngan sama bu guru. Trus nanya 2+2 =?
B : " Trus gimana, bisa jawab kamu ?"
A : " Bisa doong...2+2 kan jawabannya 3"
B : ( ambil dorong temennya dia ngomong kenceng banget ) " Ih 2+2=5, dasar bodoh kamu !"
A: " (dengan tampang lugu mengiyakan saja ) "Oooooooh itu jawabannya "

Jiaaaahhh saya langsung ketawa di tempat, sambil liat mereka, eh mereka udah lari-larian aja. Lucu banget deh liat expresi anak yang satu lagi dengan bangganya merasa jawabannya paling benar dan bilang hal buruk ke temennya.Padahal kan jawabannya salah juga. Yang bikin lucu kepolosannya mereka kali yah, hehehhe.... tapi mudah-mudahan sikap seperti itu gak berkembang sampai mereka dewasa yah.

Itu hal sederhana banget yang saya jumpai hari itu, tapi ditelaah lagi sepertinya banyak di sekeliling saya yang bersikap seperti itu, ada yang sok taunya kebangetan plus ngotot lagi, huaaaaaa bikin bete deh kalo ketemu yang kayak gini. Mbok ya kalo nggak tau ya bilang nggak tau gitu lho, toh kan ndak dosa atau kalo malu bilang nggak tau lebih baik gak show up kan. Ya ...sikap orang kan berbeda-beda ya, mungkin saat berada dalam kumpulan orang dan orang-orang berharap dia tau jawabannya, dia akan memunculkan dirinya dengan memberi yang terbaik meskipun salah. Kembali kepada aktualisasi diri, that's acceptable. Tapi bonus sikap 'ngotot' dan sat ketahuan salah gak mau mengakuinya itu yang bikin jadi gak respek deh. Jadinya malah bikin konflik.

Lingkungan saya sekarang alhamdulillah penuh dengan orang yang sederhana, menerima apa adanya, berbagi dan saling mendukung. Keindahan yang menularkan semangat ibadah. Berharap untuk menularkan kebaikan kepada semua, yaaah saya sendiri juga muasiih buanyaak kekurangannya, tapi berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari, mendekati hahikat sebenarnya dari tujuan hidup di dunia Menanamkan kebaikan kepada anak-anak dan mengarahkan kepada hal baik dengan harapan saat mereka dewasa nanti bisa menjadi pribadi yang baik. Anak-anak kan aset yang sangat berharga. Semoga jalan hidup kalian selalu penuh dengan kebaikan, dan kalaupun melakukan kesalahan semoga menjadi pembelajaran yang terbaik.

Doa Sore Hari

Meminum secangkir teh hangat di sore hari
memandang hujan yang berkejaran dengan angin
Menikmati lantunan La Vie En Rose
Berharap mengulang senyuman-senyuman lugu esok hari
Jiwa-jiwa murni yang tanpa tahu ada kemunafikan di luar sana
Tahukah kalian...
Senyum indah itu lebih berharga apapun
Terlambat untuk menyadari
Tapi semua itu angerah
Jadilah pelita yang membanggakan
Penuhi kemurnian jiwa dengan keihlasan
Suatu saat nanti pandanglah ke depan
Rangkullah jiwa-jiwa tersesat
Agar mampu menjadi khalifah sejati
Doa sederhana untuk kalian
Malaikat-malaikat kecil
Semoga pemilik jiwamu
Senantiasa menjagamu


Senyum Pelangi

Saat kutahu bahwa hidupmu adalah sebuah buku yang harus kubaca
Aku tahu bahwa aku harus mulai menata hati
Agar menyerap semua cerita menjadi panduan

Halaman demi halamanya adalah kisah
Kisah yang menyuarakan begitu banyak jiwa yang terlibat
Kerja keras, pengorbanan, pengabdian, kemunafikan, pengkhianatan
Semuanya mengalir menjadi aliran semangat yang menular


Aku ingin menulis dan menuangkan betapa indahnya dirimu
Dalam balutan kata yang tak terucap setiap waktu
Kupigurakan saja dalam barisan kata-kata
Yang membuatmu tersenyum
dan kulihat lagi lengkungan senyum pelangi

Setiap waktu semangat itu menulariku untuk bertahan
Kebersamaan indah anugerah yang harus kita jaga
Jalani hari dengan untaian kata


(Thanks Prince.... Yes I do.... to be with u just like you wish...)





Kamis, 01 Maret 2012

Sudahi perang kata

Tak ingin berperang kata
Cukup jelaskan dan tegaskan
Memaafkan akan lebih indah daripada menghujat
Tak ingin ada bahasa kasar yang mengiringi
Atau kemarahan yang memuncak

Berbahasa baiklah padaku
Dengan nada yang tidak tinggi
Aku tak sebebal itu untuk mengerti

Seumur hidup saling mengenal
Tak sadarkah aku terluka hebat
Pergi darimu adalah siksaan terberat
meski tau aku dibiarkan pergi
Tetap saja belum merasa kuat untuk pulih

Kalimatku bukan lagi permintaan
Tapi sudah ungkapan resah
Letakanlah aku ditempat yang seharusnya


(Dear.... thanks for the story ya...I make a poem of it...Everything is gonna be all right Ok...cheers..)

Tercengkram

Senandungkan balada tangis
Bersuka cita merayakan sakit
Merayapi setiap nafas tanpa henti mencengkram
Janji yang terucap termentahkan dengan pembalikan kata yang nyata
Hai penguasa hati lantunkan hal yang berbeda
Kali ini semua jelas
semua potongan terususun rapi
selamat untuk yang terbodohi
Ya..kenalkah kamu?
Aku..
Selamat datang hampa
Rapuhkan jalanku
Bersiaplah wahai diriku
untuk selalu merasa sesak nafas
dan badan memanas
Hadapilah sekarang...